Rabu, 29 Agustus 2012

Ekonomis di Kos

Anak kos, terutama yang isi kantongnya limited, seringkali menghadapi masalah dalam urusan logistik (baca: makanan). Kalau beli makan di warung terus, nanti menjelang akhir bulan pasti tekor. Kalau masak sendiri, eh, nggak bisa masak, atau nggak ada waktu, atau...males. Karena itu, aku bikin blog ini khusus untuk membantu teman-teman sesama anak Kos mengatur agar pengeluaran bisa seekonomis mungkin, tapi juga nggak repot (banget), dengan berbagi resep-resep super gampang yang bisa kita bikin sendiri di kos. Untuk posting kali ini, aku mau cerita soal logistiknya dulu; apa aja yang perlu kita punya di kos dan bagaimana menyediakannya seekonomis mungkin

Pertama, kita mesti menyediakan stok bahan makanan awet di kos. Belanja sebulan sekali di supermarket besar itu lebih hemat daripada setiap kali mau masak beli bahannya dulu di warung. Karena disana kita bisa dapat harga grosir, promo produk tertentu, dan (kalau kita punya kartu member) diskon member. Kalau kalian tinggal di Semarang sepertiku, kalian bisa coba supermarket ADA di Jl. Setiabudi, Srondol. Sedangkan untuk bahan makanan fresh, belanja di pasar sekitar seminggu sekali aja dalam hitungan yang paling minimal. Misalnya nih, waktu mau beli Kubis (Kol), tanya pada penjualnya, bisa beli setengah aja nggak? kalau si penjual oke, beli lah setengah, jangan utuh. Ingat: barang fresh itu makin lama disimpan, kesegarannya makin berkurang.

Kedua, perhatikan cara menyimpan dan tanggal kadaluarsa masing-masing produk. Setiap barang itu pasti ada limit pemakaiannya, yang kalau melewati limit itu...ya bisa jadi nggak sehat. Perhatikan juga tanggal kadaluarsa barang setelah dibuka. Misalnya keju Kraft; setelah kemasan dibuka dan digunakan sebagian, keju yang tersisa nggak akan tahan sampai selama tanggal kadaluarsa yang ada di kemasan. Tanggal kadaluarsa yang ada di kemasan tu cuma berlaku selama kemasan masih utuh.

Ketiga, masak yang penting bergizi dan bisa dimakan, jadi (menurutku, nih) nggak usah repot cari bahan yang aneh-aneh kayak lengkuas, kunir, daun salam, serai, dan sejenisnya. Bumbu-bumbu itu paling-paling bakal jarang dipakai dan penggunaan per resep pun dalam jumlah kecil, padahal nggak akan fresh selamanya. Kalau mau bikin masakan seperti soto, opor, atau rendang, bumbu instan toh banyak, dan rata-rata lumayan enak. Prinsipku, kalau memang ada yang lebih gampang, ngapain repot!? Tapi kalau merasa lebih nyaman stok bumbu-bumbu itu sendiri, beli aja yang sudah dalam bentuk bubuk; lebih awet dan mudah digunakan. Namun, khusus untuk bawang putih dan cabai rawit, kusarankan beli segar aja di pasar. Karena bawang putih dan cabai bubuk tuh rasanya beda banget dengan yang segar-segar aslinya.

Well, that's it for now. See you on the next post


Tidak ada komentar:

Posting Komentar