Tampilkan postingan dengan label Hidup Hemat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidup Hemat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2014

5 Tips Tata Ruang Bagi Anak Kos

Anak kos, baik yang sekolah, kuliah, ataupun bekerja, harus menjalani keseharian di ruang yang sangat terbatas. Gimana kalau barang-barang kita banyak? misalnya kita hobi baca, dan buku kita segudang? atau kita suka kerajinan tangan dan pernak-pernik kita berceceran? Don’t worry, berikut ini beberapa tips yang akan membantumu menata ruang Kos. Biar barang banyak, ruangan tetap rapi dan nyaman ditinggali.

1. Singkirkan barang-barang dari lantai.
Barang-barang seperti Rice Cooker, setrika, kipas angin, dll yang berceceran di lantai akan membuat ruangan terkesan penuh. Ada baiknya investasi di satu rak yang cukup untuk memuat semuanya. Cukup sulit untuk menemukan rak yang pas di ruang kos sekaligus muat berbagai barang; oleh karena itu, kusarankan pesan rak sendiri di tukang kayu. Ukur seberapa luas space yang tersedia di ruanganmu, lalu gabungkan dengan ukuran barang-barang yang akan kamu taruh di rak. Setelah itu, desain sebuah rak sesuai selera, lalu bawa ke tukang kayu. Pesanlah rak kayu dari jenis kayu yang ringan dan tidak berbubuk. Ada beberapa jenis kayu yang seperti itu, tapi sebaiknya kamu tanya pada tukang kayu-nya saja, karena tidak semua memiliki stok kayu yang sama. Selain itu, pastikan kamu menyampaikan apa peruntukan rak itu; apakah untuk menaruh buku, pakaian, atau lainnya. Pak Tukang akan memperhitungkan itu dalam membuat rak-mu, agar hasilnya tidak mudah rusak.
Ini lemariku dulu waktu di kos nggak ada lemari yang layak, dan aku kelewat bokek buat beli lemari...
2. Buat DIY dari kardus
Anak Kos, terutama yang baru pindahan, biasanya punya banyak kardus tak terpakai. Kalaupun tidak punya kardus, cari saja ke toko fotokopian terdekat; pasti banyak tersedia. Kardus eks-kertas fotokopi sangat cocok untuk dipakai sebagai laci, meja, kursi, bahkan mensubstitusikan lemari. Bahkan, kamu bisa mencocokkannya dengan ukuran rak yang kamu pesan di nomor satu untuk membuat lemari sendiri (ingat, beli lemari itu mahal, dan nggak semua kos menyediakan lemari besar). Kalau kamu ingin membuat kursi, isi dalamnya dengan buku atau majalah lebih dulu; jadi multifungsi, sebagai tempat penyimpanan buku sekaligus tempat duduk/meja.
Ini rak custom-made ku. Langsing dan ringan, praktis dibawa-bawa pindahan.
3. Buat Ilusi Mata
Ruang kos yang sempit bisa diakali dengan ilusi mata. Ilusi mata bisa dibuat dengan beberapa cara:
-          Membuat ruangan dekat pintu gelap, lalu semakin ke tengah ruangan semakin terang. Atau, menaruh barang paling tinggi, besar, dan mengganggu pemandangan di tepi ruangan, dan membuat bagian dalam ruangan se-kosong mungkin.
-          Menata gambar/poster dari tinggi/besar di sisi yang paling dekat dengan pintu ke pendek/kecil di sisi dalam ruangan. Memanipulasinya sedemikian rupa hingga merekayasa perspektif orang yang masuk ke ruangan itu.
-          Pasang cermin. Cermin bisa membuat ilusi ruangan yang lebih luas, asal tidak diletakkan di lantai atau sisi dekat lantai (ingat nomor 1)

4. Miliki barang-barang ini
Ini adalah barang-barang yang wajib punya dimiliki anak kos demi kemudahan dan kelancaran hidup. Terserah mau beli atau ‘menyita’ punya saudara, asal nggak mencuri, sah-sah aja ;)
-          Keranjang Cucian.
Tahu ‘kan, keranjang cucian yang bisa dilipat itu. Itu akan sangat membantumu, tidak peduli kamu mencuci pakaian sendiri atau laundry. Pakaian kotor berceceran itu sangat mengganggu, dan pakaian bersih berceceran sama saja dengan mencuci sia-sia.
-          Kapstok dan Hanger
Jangan remehkan kapstok, hanya karena di ruang kos-mu sudah ada satu. Itu kan buat baju yang sudah ‘setengah pakai’. Gimana dengan baju-bajumu yang perlu digantung? jaket? tas? Selain itu, menggantung pakaian langsung di kapstok bisa merusak kain; jadi ada baiknya juga investasi di beberapa hanger.
-          Meja Lipat
Meja lipat sangat fungsional; bisa dipakai untuk belajar (lesehan), dibawa kesana-kemari (siapa tahu perlu kerja kelompok), juga untuk menaruh snack dan minuman kalau kamu kedatangan tamu (lebih sopan, kan, daripada ditaruh di lantai).
-          Cable Box
Ruang kos biasanya hanya dilengkapi satu atau dua stop kontak. Ini jelas kurang kalau kita berniat ‘hidup’ di ruangan itu. Hitung saja; charge ponsel, charge laptop, Rice Cooker, itu sudah tiga; belum lagi setrika, kipas angin, printer, dan segala jenis barang elektronik lain yang mungkin kita butuhkan di kos. Selain itu, kadang-kadang posisi stop kontak berada di sudut yang ganjil dan sulit dijangkau. Oleh karena itu, punya cable box itu penting. Pilih cable box yang kelihatan kokoh, baik kotak maupun kabelnya, dan warnanya nggak mencolok (jadi bisa lebur di background dan nggak mengganggu pemandangan).

5. Personalisasi Ruangan
Ruang kos adalah ‘rumah’ kita saat jauh dari rumah. Oleh karena itu, sebisa mungkin itu harus menjadi ruangan dimana kita merasa nyaman didalamnya. Pajang poster tokoh kesukaan, pasang foto-foto keluarga dan teman-teman, atau print kata-kata motivasi dan tempel di dinding. Selain membuat kita nyaman, semua itu juga akan membuat kita semangat dan termotivasi. Bye bye homesick, deh.

Rabu, 23 Oktober 2013

5 Tips Mengatasi Gejala Flu

Salah satu jenis penyakit yang paling umum diderita orang adalah flu. Aku ingat di buku pelajaran Biologi di SMP atau SMA disebutkan bahwa virus Flu itu jumlahnya jutaan jenis, dan itu pun masih bisa terus berevolusi. Setelah seseorang terkena satu jenis virus, maka dia nggak akan kena virus yang sama. Tapi, yah, namanya juga ada jutaan jenis, maka jelas sekali kita akan mudah terkena lagi, lagi, dan lagi. Padahal kalau sudah kena, badan bisa letih, lesu, sakit kepala, dan kalau parah, bisa tepar, nggak bisa beraktivitas, deh.

Dalam posku di 15 Tips Hidup Hemat aku sudah menyinggung sedikit tentang kebiasaan minum obat antibiotik yang kurang baik. Waktu itu aku bilang, "Perlu diperhatikan bahwa Antibiotik itu bukan obat yang bisa dipakai sembarangan, dan juga bukan obat super. Minum Antibiotik hanya jika suatu penyakit yang bersumber dari makhluk hidup lain (‘biotik’) nggak sembuh-sembuh dalam jangka waktu lama (seminggu atau lebih) atau jika disuruh dokter (jangan asal beli sendiri). Begitupun, penggunaan Antibiotik yang terlalu sering atau terhenti di tengah jalan, bisa melemahkan ketahanan tubuh dan bahkan bisa mengakibatkan anda menderita macam-macam alergi, karena tubuh jadi bingung mengenali mana penyusup dengan niat buruk dan mana yang datang damai untuk membantu kita.". Dan, ya, selaras dengan itu, aku nggak suka sakit sedikit langsung nelen obat. Jadi, kalau bukan obat, apa yang bisa kita lakukan untuk "membendung" serangan virus flu? Ini beberapa tips yang sudah teruji. Tentu saja, setiap orang (dan setiap virus) itu berbeda-beda, sehingga tips-tips ini ya bisa jadi kalah melawan flu; tapi 'kan, nggak ada salahnya dicoba, siapa tahu sukses mencegah sakit flu yang parah.

Pertama-tama, kita harus peka dengan perubahan badan. Kalau tenggorokan mulai terasa gatal, capek, kepala berat, dan badan panas, itu bisa jadi virus Flu sedang menyerang tubuh kita. Kalau sudah begitu, maka lakukan kelima tips ini:
  1. Perbanyak minum air putih.
  2. Minum madu sebanyak-banyaknya. Pilih madu asli, lalu minum sekitar dua sendok makan penuh di pagi dan malam hari. Perhatikan: madu asli, bukan madu aspal yang kandungannya gula. Madu aspal umumnya memiliki kandungan gula tinggi yang justru akan memperparah gejala flu, jadi kalau nggak yakin apa madu di meja itu asli atau aspal, lebih baik nggak usah minum madu saja, dan lakukan tips-tips berikutnya.
  3. Makan makanan berkuah yang hangat, mengandung bawang, dan tinggi protein, seperti Bakso, Sup Ayam dengan Jahe, dan sejenisnya.
  4. Makan atau minum Vitamin C dosis tinggi (1000 mg per hari).
  5. Tambah jam tidur, dan hindari minum kopi. Jika biasanya hanya tidur 4-6 jam sehari, tingkatkan jadi 8 jam dan kalau kebetulan itu di waktu senggang, tidurlah seharian. Ingat, kalau beneran jadi sakit flu, akan ada lebih banyak pekerjaan yang harus ditunda, jadi ada baiknya take a break sedikit sebelum sungguh-sungguh sakit. 
Setelah melakukan kelima poin tersebut selama satu-dua hari, insyaAllah Flu akan kalah dan badan kembali segar. Kita sudah bisa kembali ke rutinitas makan semula (nggak perlu vitamin C dosis tinggi, madu, atau makanan khusus), tapi untuk berjaga-jaga, ada baiknya terus minum air putih yang banyak dan pertahankan jam tidur minimal 8 jam per hari hingga setidaknya seminggu kedepan.

Semoga sukses :)

Senin, 26 Agustus 2013

10 Tips Perawatan Kecantikan Murah Meriah

Sebenarnya sudah ada banyak tips skincare atau care-care yang lain, tapi aku pengen mengkompilasi tips-tips yang sudah jelas berfungsi buatku. Siapa tahu, tips-tips ini berfungsi juga buat kalian :)
  1. Setelah menggunakan moisturizer, beri waktu untuk meresap (jangan langsung pakai make up). Biasanya aku beri waktu sekitar 5-10 menit antara pengaplikasian moisturizer dengan make up. Setelah pakai moisturizer, coba ditinggal sebentar, pakai baju kek, atau malah setrika baju dulu, lalu setelah itu baru pakai foundation/BB cream/primer dan make up lainnya.
  2. Gunakan BB cream dan bedak tabur (loose powder) yang mengandung tabir surya atau SPF/PA tertentu untuk melindungi kulit wajah dari sinar matahari. Banyak beauty blog menyebutkan pentingnya menggunakan sunblok/sunscreen, dan kalau kalian bisa lakukan ini, ya bagus. Tapi buatku, menggunakan sunblok agak problematik. Masalahnya, aku alergi paraben; dan aku belum pernah ketemu sunblok/sunscreen yang nggak mengandung paraben dengan harga sesuai dengan kantong-ku dan cocok dengan kulitku. Beberapa waktu yang lalu, aku coba pakai salah satu produk yang di-rave banget di beauty blogs, tapi hasilnya, kulitku malah jadi merah-merah, kering dan mengelupas...terlalu terlambat aku cek ada beberapa turunan paraben di ingredients-nya. Oh well, mau bagaimana lagi? Tapi kukira, kulitku sudah cukup puas dengan menggunakan moisturizer dan makeup yang mengandung tabir surya, jadi ya, syukur deh. Kalau kalian alergi paraben juga sepertiku, don't worry, walau umumnya sunblock/sunscreen mengandung paraben, tapi ada banyak sekali BB cream dan bedak tabur ber-tabir surya yang tidak mengandung paraben, kok. And on the plus side, dengan begini kan lebih murah juga daripada harus beli sunblok segala :)   
  3. Teliti memeriksa ingredients. Pastikan setiap produk skincare, make up, body wash, sampai dengan shampoo yang dipakai itu cocok dengan kulitmu. Dulu, aku pernah mengalami kulit wajah "menebal" dan jerawatan, pokoknya nggak enak banget deh. Ini berlangsung lama, walau aku sudah coba ganti produk yang kupakai di muka. Belakangan, setelah aku ganti shampoo, kondisi kulitku membaik (walau masih jerawatan). Usut punya usut, ternyata shampoo-nya mengandung Aloe Vera (selain alergi paraben, aku juga alergi Aloe Vera). Well, sebenernya aku sudah tahu aku alergi Aloe Vera sebelumnya, tapi nggak terpikir kalau adanya Aloe Vera dalam shampoo bisa berpengaruh begitu, jadi aku juga nggak teliti baca ingredients-nya. Tapi kalau dipikir lagi, masuk akal sih, ketika kita pakai shampoo kan sedikit banyak akan mengalir kena wajah juga. Satu lagi nih: berhati-hati saat membeli barang itu juga bagian dari hidup hemat
  4. Untuk wajah jerawatan, ada bagusnya coba pakai  masker green tea. Buat aja minuman teh hijau biasa, lalu ambil ampas teh-nya, pakai buat masker-an. Biar agak lengket, bisa dicampur madu terlebih dahulu. Trus, sambil masker-an, minum deh tuh green tea :) Dan trust meit works. Hanya saja, karena lumayan belepotan, maka begitu jerawat-jerawat minggat dari wajahku, aku males banget pakai masker ini lagi...
  5. Untuk wajah normal, ada bagusnya coba masker bedak dingin. Yang satu ini dari Ibuku. Sejak kecil, beliau disuruh nenekku menggunakan masker bedak dingin. Sekarang, beliau sudah 50 tahunan, tapi kulitnya masih seperti kulit remaja; putih, cerah, dan smooth, sampai-sampai kalau kita jalan bareng, beliau sering dikira kakakku ;) Sayangnya, aku baru tahu ini setelah aku dewasa, dan aku udah ketemu masker yang aku suka, jadi ya...mungkin suatu saat aku akan coba, tapi enggak sekarang.
  6. Untuk treatment mata, pakai kantong teh dingin  sekitar satu-dua kali seminggu (teh, lagi!). Ini juga bagus untuk secara instan meredakan mata yang puffy habis menangis semalam suntuk. Dulunya, sebelum menggunakan kantong teh, aku pakai kompres air mawar; bubuhkan air mawar pada kapas, lalu tempelkan di mata selama sekitar 10 menit. Tapi air mawar yang kugunakan kayaknya udah nggak diproduksi, dan air mawar merk lain mengandung paraben, jadi aku pindah ke kantong teh untuk treatment mata. Caranya simpel, setelah bikin teh, simpan kantong teh di kulkas. Setelah dingin, pakai untuk kompres mata selama sekitar 10 menit.
  7. Untuk perawatan bibir, pakai ramuan madu-gula pasir-minyak zaitun satu atau dua kali seminggu. Caranya gampang. Campur satu bagian madu, satu bagian gula pasir, dan satu bagian minyak zaitun di wadah kecil (aku pakai wadah kontak lens yang mini-mini itu). Setelah itu, oleskan di bibir kita sambil di-massage perlahan. Lalu diamkan sekitar 5 menit-an, setelah itu...jilat aja, manis kok :)   
  8. Untuk perawatan tangan, aku nggak pernah manicure-an, tapi cukup dengan cuci tangan menggunakan vitamin E sekali seminggu. Dulu, aku menggunakan shampoo yang mengandung Vitamin E, tapi karena sekarang shampoo-nya sudah discontinued, maka aku jadi pakai Vitamin E dari Natur-E yang dibagi dua. Caranya, campurkan Vitamin E tadi dengan air di baskom, lalu masukkan tangan kita, massage sebentar lalu diamkan beberapa saat. Nggak usah lama-lama, 5 menit-an cukup. Hasilnya, tangan dan kuku jadi smooth, walaupun tangan setiap hari dipakai cuci-cuci segala macam. Cara ini juga berhasil buat adikku yang asalnya tangannya kering dan kukunya jelek. Setelah dia lakukan tips ini, katanya tangannya jadi smooth dan kukunya nggak seperti dulu lagi. Hasilnya instan, gak pake lama.
  9. Minum air putih minimal 1,5 liter sehari dan makan banyak buah & sayur. Ini penting. Konsumsi air putih, buah dan sayur yang terlalu sedikit dalam jangka panjang bisa membuat kulit jadi nampak kusam dan nggak bersinar.
  10. Ganti sarung bantal sekitar tiga hari sekali. Ketika kita tidur, sadar atau enggak kita akan menempelkan wajah di bantal, dan kulit melepaskan segala macam hal yang makin lama bakal makin menumpuk di bantal. Memang nggak kelihatan, tapi tumpukan-tumpukan itu bisa menyumbat pori-pori dan mengakibatkan jerawat. Jadi, semakin sering kita mengganti (dan mencuci) sarung bantal, semakin baik.
Yah, itu aja sih yang bisa kubagi-bagi sekarang. Selamat mencoba!

Disclaimer:
Hampir semua item dalam post ini kubaca dari sumber lain, ada yang dari Pinterest, dari majalah, dari buku, so...i don't own them, but they're commonly available for public sharing.

Jumat, 02 Agustus 2013

10 Tips Menyimpan Uang Dalam Perjalanan

Okay, sekarang saatnya mudik, jalan-jalan, yah, pokoknya, buat banyak orang Indonesia satu-dua minggu ke depan akan habis di perjalanan: mudik ke kampung, jalan-jalan silaturahmi lebaran, lalu balik lagi ke tempat kerja. Besok aku juga mau mudik :D Jadi, dalam posting kali ini aku ingin share tips menyimpan uang di perjalanan. Mungkin, kalian sudah kepikiran ide-ide ini, mungkin juga belum, tapi nggak ada salahnya 'kan, baca terus :)

Pertama, dalam perjalanan jangan pernah menyimpan uang hanya di satu tempat. Ingat kata orang, "jangan simpan semua telur di satu tempat"? itu juga berlaku untuk situasi ini. Jangan sampai ketika kita kecopetan dompet, dll, lalu harus bergantung pada kebaikan orang lain. Kalau perlu nih, kartu ATM kalian juga disembunyikan. Kedua, siapkan uang yang kira-kira kalian perlukan untuk perjalanan plus cadangan kalau ada apa-apa dan uang kecil untuk pengamen dkk, masukkan itu ke dalam dompet atau saku pakaian; tapi untuk sisanya (sebut saja uang cadangan B), see these ideas:

  • simpan uang di dasar tas.
  • simpan dalam lipatan pakaian.
  • simpan uang diantara lembaran buku.
  • simpan uang dalam wadah CD/DVD.
  • simpan uang dalam wadah yang kelihatannya biasa-biasa saja dan nggak mahal, seperti bekas lipbalm atau deodoran stick, seperti ide-ide dari Pinterest ini: 




  • Simpan uang di sepatu (bungkus kertas, lalu isolasi ke dalam sepatu atau ke bagian bawah kaos kaki). Eh, tapi kalau pakai cara ini, hati-hati ya, waktu lepas sepatu dan kaos kaki di perjalanan (misal waktu ke masjid).
  • Pakai jaket yang ada kantong dalam-nya.
  • Buat kelinan yang bisa ditutup di bagian pinggang celana/rok. Kalau nggak bisa bikin kelinan, ya manfaatkan isolasi seperti di tips sepatu diatas juga oke...
  • Pakai underwear yang ada kompartemen-nya (kalau nggak ada kompartemen-nya, ya jahit kantong saja sendiri di...kaos dalam, misalnya ;)
  • Jangan lupa berdo'a, semoga perjalanan lancar dan selamat sentosa hingga sampai tujuan :D
Selamat lebaran semuanya, taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, mohon maaf lahir dan batin...


Kamis, 04 Juli 2013

15 Tips Hidup Hemat

Aku terinspirasi untuk nulis ini setelah baca artikel tentang hidup hemat di Savvy Sugar. Sebenarnya, hidupku nggak frugal-frugal amat, tapi ya, setidaknya dengan input yang setara dengan orang lain, aku mampu meraih output lebih banyak, he he ^_^

  • Selalu bawa daftar belanja kalau pergi shopping.
Dengan daftar belanja, kita bisa menghitung lebih dulu berapa kira-kira duit yang kita perlukan, dan dari situ menetapkan prioritas barang apa yang perlu banget dibeli, semi-perlu, dan nggak perlu-perlu banget. Selain itu, belanja tanpa daftar belanja hampir pasti berarti kita bakal kelupaan beli sesuatu, dan justru membeli barang yang sebenarnya nggak penting.
Secara pribadi, aku punya daftar belanja Primer Bulanan, Sekunder, dan insidental. Primer Bulanan isinya keperluan pokok setiap bulan, dan daftar ini ku-isi setiap kali suatu barang habis dan perlu beli lagi, atau setiap kali aku merasa perlu beli barang baru (jadi, daftar tidak dibuat tepat sebelum berangkat belanja). Daftar Primer Bulanan ini yang kubawa belanja bulanan. Daftar Sekunder itu semacam Wish-List, yang berisi barang-barang/hal-hal yang aku inginkan (tapi nggak butuh banget), dan jika situasinya tepat (misalnya diskon) aku akan beli. Daftar Insidental itu isinya barang-barang yang hanya bisa dibeli di suatu lokasi tertentu yang tidak kukunjungi secara rutin, sebagai pengingat agar aku beli barang itu kalau pergi ke tempat itu. Contohnya, Pernak-Pernik dan Alat Jahit di Pasar Johar, dll.
Oh ya, aku tinggal di Kota Semarang, jadi contoh-contoh yang kuberikan juga dari sekitar Semarang (nggak gitu ngerti kota-kota lain, soalnya ^^')  

  • Member Card
Kalau rutin belanja di suatu tempat, maka ada baiknya punya kartu member agar bisa beli dengan harga diskon. Case in point, keluargaku beli kerudung hanya di Rabbani (dan ini cukup signifikan karena ada empat cewek), maka Ibuku punya kartu member-nya. Saat bikin Member Card mungkin kelihatan mahal, tapi kalau sering digunakan, dalam jangka panjang akan kerasa murahnya. Waktu aku daftar member card ADA (supermarket di Jalan Setiabudi, Semarang), aslinya aku agak enggan-enggan gimanaaa gitu. Tapi sekarang potongan-potongannya secara kumulatif membuat belanjaanku lebih murah daripada tanpa member card (utamanya buat kosmetik, he he he)

  • Belanja dalam jumlah besar, dan cermat cari barang murah.
Di setiap kota, ada beberapa tempat dimana harga barang beli banyak jauh lebih murah daripada beli eceran atau harga barang yang sama di tempat lain.
Di Semarang, misalnya. Untuk frozen food dan jenis-jenis kebutuhan sehari-hari lain, Ada Setiabudi yang paling top, baik dari segi harga reguler eceran, harga beli banyak (3 atau 6 item keatas), ataupun harga promo. Tapi untuk kaos kaki, daster, atau underwear, Pasar Johar menang telak dalam hal variasi produk, ke-murah-an, maupun kualitas. Sedangkan produk minuman, berdasarkan pengamatanku, yang paling murah di Hypermart Java; dengan harga normal, harga kopi/teh instan sekitar 1000-5000 rupiah lebih murah dibanding tempat lain, selain itu disana juga sering ada diskon 50% untuk yogurt dan jus yang udah menjelang tanggal best-before.
Tentang tanggal best-before, nih, entah sudah padha tahu atau belum. Best-before itu ya artinya best-before, rasa paling baik jika dikonsumsi sebelum tanggal tertera. Tapi, itu bukan berarti jadi berbahaya kalau dikonsumsi setelah tanggal itu (asal ‘setelah’-nya itu nggak kelamaan, nggak apa-apa). Beda halnya dengan tulisan ‘expired’, yang artinya ‘kadaluwarsa’, dan berarti bahwa kalau digunakan setelah tanggal itu, bisa jadi berbahaya. Jadi, perhatikan baik-baik apakah yang tertulis di produk itu best-before atau expired. Nggak perlu buru-buru buang barang cuma karena baru sehari lewat best-before, itu masih oke, kok.
  • Beli buah yang sudah tua dan berharga murah, lalu diolah, dan dimasukkan kulkas.
Harga buah segar semakin lama semakin mahal, padahal kan konsumsi buah itu penting banget. Solusinya, beli buah yang sedang musim atau yang sudah tua,  mereka sering dijual dengan harga lebih murah; di Hypermart sering ada diskon 50% untuk barang nyaris kadaluarsa, penjual buah di pasar ya sering bisa kasih murah kalau buah sudah tua.
Lalu, sampai dirumah, sisihkan sebagian buah yang bisa dimakan dalam dua-tiga hari ke depan, lalu sisanya diolah jadi semacam selai atau manisan dulu trus dimasukkan wadah steril, disimpan di refrigerator. Buah tua yang aslinya cuma bakal tahan dua-tiga hari sebelum busuk, life expectancy-nya bisa diperpanjang hingga satu minggu atau satu bulan (selai di refrigerator ‘kan tahan lama). Padahal gizinya…well, oke, ada tambahan gula-nya, tapi kualitas lain-nya kan dapat.

  • Pengen baju baru? thrift store, dong.
Orang sering meremehkan pakaian owol (sering juga disebut awul-awul), padahal banyak diantaranya berkualitas jauh lebih bagus daripada pakaian dari mall, modelnya nggak kalah cute, merupakan pakaian baru (masih ada tag-nya), dari brand luar yang terkenal, dst, dst, padahal harganya jauuuh lebih murah dibanding baju fresh dari toko. Dengan uang 100rb rupiah, kalau kita ke toko belum tentu dapat satu stel, paling pol juga cuma cukup buat dua potong baju; tapi di owol, dengan 100rb bisa dapat sampai 10-20 potong. Modalnya hanya teliti. Output-nya? asal kita nggak bikin pengumuman, nggak bakal ada yang tahu kita beli tu baju dimana.

  • Langganan toko buku bekas dan pameran buku
Banyak yang jarang membaca dengan alasan harga buku mahal. Padahal sebenarnya buku itu murah –kalau emang niat baca dan nggak malu menyatroni toko buku bekas dan pameran buku. Novel detektif Agatha Christie, misalnya, kalau beli fresh dari toko buku bisa 40ribu keatas; padahal di toko buku bekas paling-paling 5ribu-10ribuan. Beli buku bekas itu juga termasuk upaya hidup ramah lingkungan, lho :)
Buat kita yang nggak masalah baca buku di laptop dan atau ponsel, di net juga tersedia banyak banget free e-book (baik legal maupun illegal) yang kalau beli hardcopy-nya bakal menghanguskan kantong kita. Udah berapa tahun ini aku nggak mampir pameran lagi karena kebutuhan buku-ku sudah dipenuhi oleh free e-book.

  • Buy Generic Medicine
Kenali obat-obatan apa aja yang kita butuhkan, lalu beli versi generik-nya. Obat generik jauuuuh lebih murah daripada yang ber-brand name, padahal kandungannya biasanya sama saja. Hanya dengan mensubstitusi Promag dengan Antasida dan Mylanta dengan Antasida Cair, kita bisa hemat sekian ribu rupiah per-bulan (khususnya buat penderita Maag yang males makan). 
Oh ya, terkait dengan obat-obatan, aku jadi ingat bahwa aku lumayan prihatin dengan kebiasaan orang-orang yang sakit apa dikit, sebentar-sebentar minum Antibiotik. Perlu diperhatikan bahwa Antibiotik itu bukan obat yang bisa dipakai sembarangan, dan juga bukan obat super. Minum Antibiotik hanya jika suatu penyakit yang bersumber dari makhluk hidup lain (‘biotik’) nggak sembuh-sembuh dalam jangka waktu lama (seminggu atau lebih) atau jika disuruh dokter (jangan asal beli sendiri). Begitupun, penggunaan Antibiotik yang terlalu sering atau terhenti di tengah jalan, bisa melemahkan ketahanan tubuh dan bahkan bisa mengakibatkan anda menderita macam-macam alergi, karena tubuh jadi bingung mengenali mana penyusup dengan niat buruk dan mana yang datang damai untuk membantu kita.

  • Masak sendiri.
Banyak yang beralasan sibuk, nggak ada waktu masak, dst dst. Padahal kalau memang bisa masak, memasak itu nggak makan waktu, kok. Bagian dari masak yang paling makan waktu  itu cuma masak nasi, dan karena sekarang udah ada rice cooker, alasan makan waktu jadi nggak bisa dipakai lagi. Kuncinya: masak dalam jumlah besar, lalu masukin kulkas. Masak cukup dua-tiga hari sekali, atau malah seminggu sekali. Di satu hari yang longgar (Ahad, misalnya), masak beberapa jenis masakan sekaligus, lalu simpan di kulkas. Dalam seminggu berikutnya, ambil saja dari kulkas, lalu dihangatkan beberapa menit di kompor atau magic jar. Tentu saja, sebelumnya mesti punya banyak airtight container; barang itu bisa jadi tempat untuk menyimpan apapun agar awet di kulkas. Dan, pelajari serta pahami bagaimana cara menyimpan dan masa kadaluarsa makanan.
Sebagai referensi, biasanya aku merujuk pada artikel-artikel di RealSimple. Selain itu, untuk menyimpan beku, aku merujuk buku “How to Freeze Fresh Food at Home” yang ditulis oleh Carolyn Humphries. Aku nggak tahu apakah ada terjemahan buku itu di Indonesia atau enggak, tapi yang jelas e-book berbahasa Inggris-nya ada di bawah tanah (dan Amazon, tentunya).

  • Rawat barang-barang sesuai dengan seharusnya
Orang sering menyepelekan perawatan barang, padahal itu bisa berdampak panjang pada isi kantong mereka. Baju yang dicuci sesuai dengan instruksi-nya, misalnya, bakal lebih awet daripada baju yang dicuci asal-asalan, campur antara warna-nggak warna, dijemur tanpa dijepit hingga beterbangan, dst. Begitu juga alat elektronik, perabot, dll

  • Buat dapur hidup
Kalau ada tempat buat tanam-tanam, ada bagusnya menanam bumbu atau sayur sendiri. Aku nggak punya tempat buat tanam-tanam, jadi ya, nggak banyak yang bisa kubicarakan soal ini.

  • Olahraga rutin dan disiplin makan bergizi
Apa hubunganya? ow, hubungannya erat sekali. Dengan badan sehat, biaya dokter dan obat juga berkurang, kan!? Barang-barang elektronik yang mahal-mahal dirawat, badan kita yang nggak tergantikan pun harus juga. Olahraga nggak harus menyita uang dan waktu; lari dan senam 30 menit-an setiap dua-tiga haris sekali juga sudah cukup (menurutku).  

  • Manfaatkan cyberspace se-optimal mungkin
Banyak hal yang butuh biaya banyak di dunia nyata, disediakan secara free di net, mulai dari alat komunikasi (Skype!), software, buku kuliah, fiksi, film, Cloud Storage, sampai dengan kursus bahasa asing. Jangan malu-malu untuk cari di ‘pasar gelap’, kalau barang legal-nya berlabel harga.
Pada dasarnya, aku paham dan menghargai HAKI. Aku pernah nulis soal itu, juga terima materi kuliah soal itu, aku pun nggak suka kalau tulisanku dibajak orang. Tapi, ya, katanya ‘kan all’s fair in love and war, dan pembajakan ini, adalah bagian dari war to live frugal XD Akan tetapi sebenarnya, alasan bagi kita untuk cari buku di bawah tanah itu bukan cuma penghematan, melainkan juga 'kelangkaan'. Buku keren dari Carolyn Humphries yang kusebutkan diatas, misalnya, sejauh yang kutahu baik e-book ataupun buku fisiknya nggak terbit resmi di Indonesia; so, what should I do, but obtain it illegally? And I think, so long as I don't sell it or use it for commercial purposes, then it's okay (see, I even don't give the underground link publicly in this post)

  • Learn How to DIY
Orang sering meremehkan skill semacam menjahit, utak-atik alat listrik, atau pertukangan sederhana. Di sekolah misalnya, keterampilan ‘dunia nyata’ semacam itu dikesampingkan oleh pengetahuan tekstual. Padahal, skill semacam itu sangat bermanfaat dalam hidup hemat. Memperbaiki baju robek yang bisa diselesaikan dengan jarum dan benang dalam lima menit, atau mengganti karet celana yang udah molor, misalnya, bakal menghabiskan sekitar lima ribuan atau lebih kalau dibawa ke tukang jahit. Selain itu, kalau kita bisa DIY, kita juga bisa memperbaiki sendiri barang BS; artinya, kita beli barang BS yang murah banget, lalu diperbaiki sendiri untuk digunakan. Sejauh ini yang udah kutemukan adalah baju kodian BS dengan harga lebih murah sekitar 70-90% dari barang non-BS, tapi ada jahitan lepas, kancing hilang, atau jenis kecacatan lain. Buatku sih no problem, tinggal ambil jarum dan benang, beres.

  • Reuse old stuff
Kalau udah tahu gimana caranya DIY, maka bisa dipraktekkan lebih jauh dengan mengalih-gunakan barang-barang bekas. Eks kardus kopi instan, misalnya, bisa disulap jadi penyangga buku di rak (hemat berapa belas ribu, tuh). Butuh meja? cari kardus eks-kertas di  tempat fotokopi terdekat, tata beberapa kardus seukuran, balut dengan kertas kado atau kertas coklat (kalau nggak modal banget, kertas koran juga oke), tutup dengan taplak, jadi deh, meja barunya. Pengen hiasan dinding? print foto keluarga atau gunting gambar di kalender lama, tempel pakai isolasi bermotif. Kaos kaki lawas yang kakinya udah bolong-bolong, bisa digunting dan diberi insert, jahit dikit, lalu jadi cemplo tahan panas buat ngangkat panci. Dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya…(peluang DIY itu luar biasa banyaknya sampai tak terkatakan, batasnya cuma kreativitas kita aja).

  • Pilih alat transportasi yang paling ekonomis
Aku sering prihatin ngelihat anak-anak kuliah yang cuma mau beli makan di gang sebelah aja, pakai naik motor. Jalan dikit, napa!? Hanya karena anda punya mobil/motor, itu bukan alasan untuk kemana-mana pakai kendaraan. Masih punya kaki, 'kan!? (kalau enggak, ya, oke, saya akui, memang sudah sewajarnya jalan-jalan pakai alat bantu...)
Diluar perkara ini, sebenarnya pilihan alat transportasi bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Di wilayah tengah kota yang jalur transportasi mudah dan murah, misalnya, mungkin lebih baik naik angkutan umum. Di daerah pinggiran atau gang nylempit yang jauh dari mana-mana, sepeda motor lebih tepat. Tentu saja, itu dengan asumsi anda bisa naik motor. Kalau jadi orang nggak bisa naik motor kayak aku, ya…nrimo saja: dekat, jalan kaki; jauh, kantong jebol buat bayar taksi.

  • Seleksi Sampah
Hal yang bikin aku eneg banget di banyak lingkungan adalah pengelolaan sampah yang payah. Sampah segala macam ditumpuk jadi satu, berhari-hari nggak disingkirkan, baunya nggak jelas, berceceran karena tempatnya kurang besar, segala macam makhluk kecil-kecil berkeliaran, hiii… Apa repotnya sih, menerapkan seleksi sampah? Tinggal memisahkan sampah plastik, kertas, botol, kaca, dan sejenisnya dari sampah organik, lalu jual ke pengumpul. Caranya gampang banget, tinggal sediakan tiga atau empat tempat sampah (nggak punya tempat sampah, plastik dan kardus bekas ya oke), dan selalu buang sampah ditempatnya. Jangan remehkan the power of garbage, lho ya; dengan melakukan pemisahan sampah, kita bukan cuma ikut berpartisipasi dalam hidup ramah lingkungan, tapi juga dapet duit sebagai ‘imbalan’ dari upaya kita.

Well, that’s all I can say about this. Semoga bermanfaat ^_^