Anak kos, baik yang sekolah, kuliah, ataupun bekerja, harus
menjalani keseharian di ruang yang sangat terbatas. Gimana kalau barang-barang
kita banyak? misalnya kita hobi baca, dan buku kita segudang? atau kita suka
kerajinan tangan dan pernak-pernik kita berceceran? Don’t worry, berikut ini
beberapa tips yang akan membantumu menata ruang Kos .
Biar barang banyak, ruangan tetap rapi dan nyaman ditinggali.
1. Singkirkan barang-barang dari lantai.
Barang-barang seperti Rice Cooker, setrika, kipas angin, dll
yang berceceran di lantai akan membuat ruangan terkesan penuh. Ada baiknya investasi di
satu rak yang cukup untuk memuat semuanya. Cukup sulit untuk menemukan rak yang
pas di ruang kos sekaligus muat berbagai barang; oleh karena itu, kusarankan
pesan rak sendiri di tukang kayu. Ukur seberapa luas space yang tersedia di
ruanganmu, lalu gabungkan dengan ukuran barang-barang yang akan kamu taruh di
rak. Setelah itu, desain sebuah rak sesuai selera, lalu bawa ke tukang kayu.
Pesanlah rak kayu dari jenis kayu yang ringan dan tidak berbubuk. Ada beberapa jenis kayu
yang seperti itu, tapi sebaiknya kamu tanya pada tukang kayu-nya saja, karena
tidak semua memiliki stok kayu yang sama. Selain itu, pastikan kamu
menyampaikan apa peruntukan rak itu; apakah untuk menaruh buku, pakaian, atau
lainnya. Pak Tukang akan memperhitungkan itu dalam membuat rak-mu, agar
hasilnya tidak mudah rusak.
![]() |
| Ini lemariku dulu waktu di kos nggak ada lemari yang layak, dan aku kelewat bokek buat beli lemari... |
2. Buat DIY dari kardus
Anak Kos, terutama yang baru pindahan, biasanya punya banyak
kardus tak terpakai. Kalaupun tidak punya kardus, cari saja ke toko fotokopian
terdekat; pasti banyak tersedia. Kardus eks-kertas fotokopi sangat cocok untuk
dipakai sebagai laci, meja, kursi, bahkan mensubstitusikan lemari. Bahkan, kamu
bisa mencocokkannya dengan ukuran rak yang kamu pesan di nomor satu untuk membuat
lemari sendiri (ingat, beli lemari itu mahal, dan nggak semua kos menyediakan
lemari besar). Kalau kamu ingin membuat kursi, isi dalamnya dengan buku atau
majalah lebih dulu; jadi multifungsi, sebagai tempat penyimpanan buku sekaligus
tempat duduk/meja.
3. Buat Ilusi Mata
Ruang kos yang sempit bisa diakali dengan ilusi mata. Ilusi
mata bisa dibuat dengan beberapa cara:
-
Membuat ruangan dekat pintu gelap, lalu semakin
ke tengah ruangan semakin terang. Atau, menaruh barang paling tinggi, besar,
dan mengganggu pemandangan di tepi ruangan, dan membuat bagian dalam ruangan se-kosong
mungkin.
-
Menata gambar/poster dari tinggi/besar di sisi
yang paling dekat dengan pintu ke pendek/kecil di sisi dalam ruangan. Memanipulasinya
sedemikian rupa hingga merekayasa perspektif orang yang masuk ke ruangan itu.
-
Pasang cermin. Cermin bisa membuat ilusi ruangan
yang lebih luas, asal tidak diletakkan di lantai atau sisi dekat lantai (ingat
nomor 1)
4. Miliki barang-barang ini
Ini adalah barang-barang yang wajib punya dimiliki anak kos
demi kemudahan dan kelancaran hidup. Terserah mau beli atau ‘menyita’ punya
saudara, asal nggak mencuri, sah-sah aja ;)
-
Keranjang Cucian.
Tahu ‘kan ,
keranjang cucian yang bisa dilipat itu. Itu akan sangat membantumu, tidak
peduli kamu mencuci pakaian sendiri atau laundry. Pakaian kotor berceceran itu
sangat mengganggu, dan pakaian bersih berceceran sama saja dengan mencuci
sia-sia.
Tahu ‘
-
Kapstok dan Hanger
Jangan remehkan kapstok, hanya karena di ruang kos-mu sudah ada satu. Itukan buat baju yang sudah
‘setengah pakai’. Gimana dengan baju-bajumu yang perlu digantung? jaket? tas?
Selain itu, menggantung pakaian langsung di kapstok bisa merusak kain; jadi ada
baiknya juga investasi di beberapa hanger.
Jangan remehkan kapstok, hanya karena di ruang kos-mu sudah ada satu. Itu
-
Meja Lipat
Meja lipat sangat fungsional; bisa dipakai untuk belajar (lesehan), dibawa kesana-kemari (siapa tahu perlu kerja kelompok), juga untuk menaruh snack dan minuman kalau kamu kedatangan tamu (lebih sopan, kan, daripada ditaruh di lantai).
Meja lipat sangat fungsional; bisa dipakai untuk belajar (lesehan), dibawa kesana-kemari (siapa tahu perlu kerja kelompok), juga untuk menaruh snack dan minuman kalau kamu kedatangan tamu (lebih sopan, kan, daripada ditaruh di lantai).
-
Cable Box
Ruang kos biasanya hanya dilengkapi satu atau dua stop kontak. Ini jelas kurang kalau kita berniat ‘hidup’ di ruangan itu. Hitung saja; charge ponsel, charge laptop, Rice Cooker, itu sudah tiga; belum lagi setrika, kipas angin, printer, dan segala jenis barang elektronik lain yang mungkin kita butuhkan di kos. Selain itu, kadang-kadang posisi stop kontak berada di sudut yang ganjil dan sulit dijangkau. Oleh karena itu, punya cable box itu penting. Pilih cable box yang kelihatan kokoh, baik kotak maupun kabelnya, dan warnanya nggak mencolok (jadi bisa lebur di background dan nggak mengganggu pemandangan).
Ruang kos biasanya hanya dilengkapi satu atau dua stop kontak. Ini jelas kurang kalau kita berniat ‘hidup’ di ruangan itu. Hitung saja; charge ponsel, charge laptop, Rice Cooker, itu sudah tiga; belum lagi setrika, kipas angin, printer, dan segala jenis barang elektronik lain yang mungkin kita butuhkan di kos. Selain itu, kadang-kadang posisi stop kontak berada di sudut yang ganjil dan sulit dijangkau. Oleh karena itu, punya cable box itu penting. Pilih cable box yang kelihatan kokoh, baik kotak maupun kabelnya, dan warnanya nggak mencolok (jadi bisa lebur di background dan nggak mengganggu pemandangan).
5. Personalisasi Ruangan
Ruang kos adalah ‘rumah’ kita saat jauh dari rumah. Oleh
karena itu, sebisa mungkin itu harus menjadi ruangan dimana kita merasa nyaman
didalamnya. Pajang poster tokoh kesukaan, pasang foto-foto keluarga dan
teman-teman, atau print kata-kata motivasi dan tempel di dinding. Selain
membuat kita nyaman, semua itu juga akan membuat kita semangat dan termotivasi.
Bye bye homesick, deh.
















